• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

DPR Kota Sabang Tertarik Dengan Penataan PKL Kota Semarang

 14-01-2016 12:52 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 1117 kali Berita Kota
Kamis (14/1) Pemkot Semarang menerima kunjungan kerja DPR Kota Sabang  terkait pembinaan dan penertiban pedagang kaki lima serta pembinaan dan pengembangan ekonomi kreatif diruang rapat Walikota Semarang.
Rombongan yang dipimpin oleh Ketua DPRK Kota Sabang Moch Nasir diterima oleh Sekretaris Dinas Pasar Bekti Sadono di damping perwakilan Bagian Perekonomian,Disperindag, dinas Koperasi, dan Bagian Humas.
Menurut salah satu rombongan Pemkot Sabang Hafwan kota Semarang memiliki penataan PKL yang baik sehingga ia dan rombongannya tertarik untuk mengetahui lebih lanjut terkait penertiban dan penataan PKL. “Apalagi PKL yang berlokasi di Jl. Pahlawan, PKL menteri Supeno, dan PKL di Simpanglima sangat tertata rapi dan memiliki shelter,” ujarnya.
Sekretaris Dinas Pasar, Bekti Sadono menyebutkan bahwa untuk menertibkan PKL diperlukan sinergitas yang baik dari berbagai untuk diantaranya Satpol PP, Dinas Pasar dan para PKL itu sendiri.
Dari Satpol PP Kusnandar menceritakan bahwa di kota semarang terdapat 11.000 PKL yang tersebar di 16 Kecamatan dan 177. “Sebelum dilakukan penertiban dan penataan, PKL di Jalan Pahlawan yang kumuh, crowded, kotor dan semrawut, tetapi melalui berbagai proses seperti memberi ketegasan dari awal,  mengajak para PKL berdiskusi dan dilakukan penataan akhirnya seperti yang kita lihat, PKL dapat tertata dengan rapi,” ujarnya.
Sementara dari Dinas Koperasi Nugroho menyebutkan bahwa untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Kota Semarang Pemkot Semarang saat ini sedang membangun kerjasama dengan 3 bank  terkait pinjaman modal kepada para pelaku UKM.
“Saat ini hal tersebut masih dalam proses yang mana nantinya para pelaku UKM jika mengajukan pinjaman ke 3 bank tersebut dibawah 5 juta rupiah dibebaskan dari agunan asal menunjukkan Ijin Usaha Mengengah Kecil (IUMK) yang diterbitkan oleh kecamtaan,” ungkapnya.
Sementara dari bagian Perekonomian menambahkan untuk mengembangkan ekonomi kreatif Pemkot menggenjot para pelaku usaha melalui program Semarang Great Sale atau program diskon yang biasanya digelar sebulan penuh mendekati hari jadi Kota Semarang.
“Melalui Semargres, para pelaku UMKM dituntut untuk kreatif menawarkan produknya dengan berbagai konsep seperti packaging, paket promo, potongan harga, dan lain-lain karena pengunjung akan meningkat dan datang dari berbagai kota sehingga berpeluang menambah keuntungan bagi pelaku usaha,” pungkasnya. (wa5)