• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Berdesign futuristik, Taman KB dipugar Pemkot Semarang jadi Taman Indonesia Kaya

 01-11-2017 15:03 WIB    by Admin    Dilihat: 144 kali Berita Kota
Taman Menteri Soepeno Kota Semarang atau akrab ditelinga dengan sebutan Taman KB Kota Semarang, Jawa Tengah mulai Rabu (1/10) disulap atau dipugar oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menjadi Taman Indonesia Kaya.
 
Dalam proses pemugaran, Pemkot Semarang menggarap taman seluas 5 ribu meter persegi ini menggandeng Djarum Foundation memugar Taman KB dengan fasilitas panggung
teater utama dengan kapasitas 400 orang pemain. Selain itu juga akan disediakan fasilitas 1000 kursi bagi penontonya.
 
Selain itu, aka nada fasilitas ruang ganti dan make-up artis dilengkapi dengan AC yang diperuntukan bagi para artis dan seniman yang ingin tampil di panggung teater
terbuka Taman Indonesia Kaya ini.
 
Presiden Direktur Djarum Victor Rahmad Kartono mengungkapkan Taman Indonesia Kaya ini diperuntukan, khususnya bagi para seniman Kota Semarang dan seniman di Jawa
Tengah khususnya.
 
“Untuk nguri-uri kebudayaan dan siapa yang akan tampil di Taman Indonesia Kaya ini
akan di akurasi oleh tim budaya Djarum Foundation. Taman Indonesia Kaya untuk
seluruh lapisan masyarakat. Dikonsep dan dibangun akan selesai pada 2018.
Nantinya, akan dihibahkan kepada Pemkot Semarang untuk digunakan warga Kota
Semarang,” tegas Victor dalam sambutanya di acara groundreaking Taman Indonesia
Kaya di Kota Semarang, Jateng Rabu (1/10) siang tadi.
 
Pria kelahiran Kota Semarang 45 tahun lalu itu mengaku jika pihaknya sebelum
membangun Taman KB menjadi Taman Indonesia Kaya ini membangun wahana yang sama
di Grand Jakarta. Harapanya, Indonesia mempunyai tempat seni pertunjukan yang
bisa menghidupi para pelaku seni.
 
“Kenapa saya lebih dulu aktif di Jakarta? Saya pingin Kota Semarang juga punya
kesempatan berkreasi yang sama. Kenapa Djarum mulai di Jakarta? Karena (di
Jakarta) penontonya rela membayar tiket Rp 1 juta perorang. Sementara di Kota
Semarang maunya grátis,” ungkapnya.
 
Vicktor juga menjelaskan, paling tidak dengan adanya Taman Indonesia Kaya, pihaknya
bisa mencari dan mengembangkan bakat dari passa seniman di Kota Semarang yang
nantinya akan ditampilkan pula di Grand Jakarta.
 
“Syukur-syukur dari Semarang bisa latihan disini (Taman Indonesia Kaya), banyak jam terbang
lalu bisa (ditampilkan) ke Jakarta. Karena di Jakarta (tiket) Rp 1 juta dibeli, Rp 2 juta dibeli, Rp 3 juta dibeli dan itu bisa menghidupi para oelaku seni. Sekarang saatnya Djarum kembali ke tempat asal beri kontribusi taman kota ini,” jelasnya.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengaku sangat mengapresiasi terhadap langkah Djarum
yang memberikan dana Corporate Social Responsibility (CSR)-nya untuk membangun
Taman KB menjadi Taman Indonesia Kaya.
 
Pria yang akrab disapa Hendi ini mengungkapkan jika niatan untuk membangun Taman KB
dilakukan sejak tahuyn 2012 lalu.

“Saya mewakili warga Kota Semarang mengucapkan banyak terimakasih.Bisa saya sebut,
ibaratnya akhirnya telur ini menetas juga. Kenapa istilahnya begini? Tahun 2012 Pak Prast salah satu pelakunya. Kita diundang ke Provins. Saya nonton (pementasan) di Grand Indonesia, tempat Pak Victor. Tapi nontonya itu sendiri

lho. Nggak sengaja ketemu diu eskalator. Saya minta tolong disampaikan ke Pak Victor,”ungkapnya.

Hendi juga meminta proses pembangunan Taman KB menjadi Taman Indonesia kaya tetap
mempertahankan ikon Taman KB sebelumnya dengan patung ibu dan anak di dalam
tamanya.

“Taman ini yang dikenal dengan Taman KB, dengan patung ibu dan anaknya yang mencari bapaknya nggak pulang-pulang, patungnya saya minta dan saya mohon tetapdipertahankan. Di taman ini, banyak warga Semarang nongkrong karena rimbun dan adem. Kalau perlu ditambahi, kata Pak Viktor supaya tambah adem,” tandasnya.

Hendi berharap, selain kondisi taman yang lebih baik, ada proses transfer ilmu dan transfer pengetahuan dalam pengelolaan taman dan pelaku seni di Kota Semarang oleh Djarum Foundation. 
“Kita memang mendapatkan support in. Transfer ilmu, transfer pengetahuan. Mereka (seniman) bisa berkreasi. Teman-teman seniman akan diberi ruang berkreasi. Selain transfer ilmu luar biasa, Djarum Foundation juga tidak akan menampilkan logonya disini. Ini murni, karena beliau (Viktor) lahir di Kota Semarang ini. Ini sebagian kecil, tahun ini semoga Pak Victor juga membantu kembali,” jelasnya.

Hendi menambahkan Kota Semarang tidak akan bertambah maju dan besar jika hanya
mengandalkan APBD Pemkot Semarang yang nilainya hanya sebesar Rp 48 triliun.
Pasalnya, butuh sinergi dan kerjasama baik bagi para pengusaha, warga Kota Semarang dan keterlibatan para stakeholder di Kota Semarang sehingga kota ini menjadi lebuh maju dan lebih hebat.

“Hanya andalkan APBD kita nggak bisa. Per hari ini APBD kita (Kota Semarang) hanya Rp
48 triliun. Jakarta yang satu provinsi hanya Rp 70 triliun, Bandung Rp 6 sekian triliun, Makasar senilai 6 koma sekian triliun. Kalau Kota Semarang hanya andalkan APBD akan terus tertinggal. Hari ini kita libatkan stakeholder. Semua berjalan beriringan dan insyallah, konsep ini tidak hanya Djarum. Perusahaan besar lainya juga akan ikut membantu,” pungkas Hendi.
 
Pada kesempatan itu, dilakukan acara simbolis grondbreaking pembangunan pertama
Taman Indonesia Kaya oleh Walikota Semarang Hendi bersama Presiden Direktur Djarum Victor Rahmad Kartono. Hadir mendampingi Hendi, Wakil Wlaikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dalam acara tersebut.