• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Kadishub Khadik Himbau Masyarakat Manfaatkan Transportasi Massal Yang Murah Dan Nyaman

 09-11-2017 13:10 WIB    by Admin    Dilihat: 162 kali Berita Kota
Kota Semarang sebagai salah satu dari 8 kota maju di Indonesia, memiliki persoalan kemacetan lalu lintas sebagai salah satu dampak dari kemajuan masyarakat perkotaan dalam berbagai hal. Sebagai salah satu program informasi publik,  Diskominfo Kota Semarang bekerja sama dengan Radio Idola pada Rabu (08/11) mengundang  Kadishub Kota Semarang, M. Khadik dan Kasubag Tata Usaha BLU UPTD (Badan Layanan Umum Unit Pelaksana Teknis Dinas), Ade Bhakti Ariawan untuk berdialog bersama pada acara talkshow dialog interaktif  membahas transportasi massal yang disiarkan langsung oleh radio yang bermarkas di Ruko Graha Spirit Kav 1-3 Jl. Arteri Soekarno Hatta Semarang tersebut.

Pada acara dialog interaktif tersebut Kadishub Semarang, Khadik memaparkan tentang kebijakan-kebijakan Dishub Kota Semarang dalam merespon kebutuhan layanan transportasi massal.  Salah satu rencana ke depan adalah pengkajian tentang RLT (Light Rail Transit), transportasi massal yang berbasis rel sebagai salah satu solusi mengatasi kemacetan di kota Semarang.  Saat ini berbagai upaya mengatur kemacetan lalu lintas ditempuh dengan kebijakan pengaturan arus jalan sistem satu arah serta menggunakan teknologi  ATCS (Automatic Traffic Control System).

Untuk layanan transportasi massal yang sudah berjalan di Kota Semarang  saat ini adalah BRT (Bus Rapid Transit), transportasi massal yang berbasis jalan  yang populer juga  disebut Trans Semarang. Lebih lanjut dijelaskan oleh Kasubag Tata Usaha BLU UPTD,  Ade Bhakti bahwa saat ini armada BRT Trans Semarang sudah  berjalan total armada 116 bus dengan 6 koridor beserta  645 karyawan.  Rencana seanjutnya hingga 2021 akan ditambah menjadi  12 koridor.

Mengenai ATCS, Khadik memberikan gambaran singkat penggunaan teknologi ini yang secara umum sangat membantu manajemen lalu lintas di kota Semarang.

Dishub memiliki ruang ATCS Center yang terkoneksi dengan banyak titik-titik traffic light di persimpangan-persimpangan jalan besar di kota Semarang.  Melalui Control Room ATCS ini dapat memantau  24 jam  kondisi arus kemacetan lalu lintas dengan kamera CCTV dan pengeras suara yang terpasang di traffic light sehingga mampu real time menghimbau kepada pengguna jalan untuk tertib berlalu lintas selain itu bisa diaplikasikan juga untuk melakukan  e-tilang, terangnya

Kadishub juga menerangkan bahwa sekarang ini sudah ada 27 titik yang bisa dipantau dari ATCS center dan akan segera ditambah menjadi 38 titik.

Pada kesempatan ini juga dibuka dialog interaktif dengan masyarakat pendengar radio Idola. Berbagai pertanyaan dan saran ditanggapi secara positif baik oleh Khadik serta  Ade Bhakti dari masyarakat secara umum adalah penambahan titik-titik integrasi kamera CCTV di traffic light yang terhubung dengan ATCS center serta pemambahan rute-rute BRT baru untuk melayani kawasan-kawasan yang belum terjangkau layanan transportasi massal.

Ade Bhakti Ariawan juga menekankan tentang uji emisi bahwa seluruh armada BRT yang operasional sudah lolos uji emisi, sebulan sekali selalu dilakukan uji emis rutini terhadap armada yang operasional bahkan ke depan diwacanakan untuk mengganti bahan bakar solar beralih ke gas. Berkenaan dengan itu pemerintah kota Semarang sedang mengkaji bersama dengan pemerintah kota  Toyama Jepang untuk mengubah 80 unit armada Trans Semarang dikonversi  menjadi berbahan bakar gas, untuk infrastrukurnya di daerah  Mangkang dan Penggaron sudah ada SPBG yang bisa memasok bahan bakar gas.

Sebagai penutup dialog interaktif, Kadishub Semarang, Khadik menghimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan sebaik-baiknya transportasi massal  yang relatif murah dan nyaman sekaligus untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Begitu juga dengan sistem satu arah lalu lintas dibutuhkan kesadaran dan dukungan masyarakat  Semarang  sehingga upaya yang dilakukan Pemerintah beserta Dishub Kota Semarang bisa berjalan baik untuk kenyamanan seluruh warga masyarakat Semarang, imbuh Khadik.