• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

34 Kasus Diungkap, Walikota Hendi Perangi Pungli

 12-02-2018 17:18 WIB    by Admin    Dilihat: 250 kali Berita Kota
Genap 1 tahun Tim Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kota Semarang menjalankan amanah Undang-Undang anti korupsi terutama dalam hal memberantas pungutan liar dan korupsi yang dilakukan ASN maupun non ASN di lingkungan Kota Semarang.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengapresiasi capaian positif yang telah ditorehkan oleh Tim Saber Pungli selama satu tahun. Menurut Hendi, sapaan karib Walikota, satu tahun ini seharusnya masih langkah sosialisasi kepada masyarakat namun ternyata perkembangannya lebih dari itu. Hal ini Hendi ungkapkan dalam Rakor Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar, Senin (12/2) di Ruang Komisi A dan B, Gedung Much Ihsan lantai 8 Kompleks Balaikota Semarang.

“Setahun tim Saber Pungli dikukuhkan, sudah ada beberapa produk yang mencuat keluar, dari hasil laporan yang disampaikan oleh kawan-kawan Tim Saber Pungli ada 34 kasus yang diadukan masyarakat, 17 sedang dalam proses, 17 sisanya sudah ditindaklanjuti. Yang 10 tidak terbukti, kemudian yang 7 berhasil diungkapterbukti dan sudah diberikan sanksi termasuk sampai ke pengadilan lewat aktivitas OTT, maupun lainnya. Prestasi ini sangat membanggakan bagi saya” puji Hendi.

Lanjut Walikota prestasi ini agar jangan berhenti namun agar di tambah dengan langkah penindakan atau shock terapi sehingga harapannya warga Semarang, teman-teman
PNS yang tinggal di Semarang semakin memahami mana yang boleh dan mana yang tidak boleh, mana yang harus ditinggalkan mana yang masih bisa dikerjakan.
 
 “Jika ini dilakukan Insya Allah di tahun 2018 produk-produk tim Saber Pungli tidak sampai ke penangkapan dan ke pengadilan” tuturnya.
 
Ia pun berpesan agar tetap membuka semua keran laporan dari masyarakat agar warga Semarang dapat menyampaikan keluh kesah tentang adanya perlakuan pungli-pungli liar sehingga pungutan liar maupun korupsi dapat ditindak dengan sanksi yang sepadan.
 
“Yang tidak kalah penting sebenarnya adalah kami membuka semua keran laporan dari masyarakat untuk bisa kita teruskan ke tim Saber Pungli. Lewat hot linenya Saber Pungli, lewat inspektur bisa, atau juga lewat Lapor Hendi. Buat surat kronologis secara lengkap juga bisa, atau apapun sepanjang masyarakat merasa tidak nyaman dengan perlakuan-perlakuan pungli yg mungkin masih terjadi di kota Semarang. Misalnya saja, mau nyambung pipa PDAM biaya resminya 1,5 juta dimintai 2,5 juta laporkan saja tulis lengkap nama, kejadiannya tanggal berapa itu pasti akan kita tindak lanjuti” pungkas Hendi.