• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Yu Sheng Menu Utama Pasar Imlek Semawis 2018

 13-02-2018 07:46 WIB    by Admin    Dilihat: 530 kali Berita Kota
Pasar imlek Semawis 2018 Cia Gwee 2569 resmi dibuka dengan membunyikan kencreng dan menabuh tambur oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi bersama para tokoh, Senin (12/2) malam. Salah satu sajian utama di pembukaan adalah Yu Sheng, salad tahun baru dengan makna doa harapan keberuntungan di tahun yang baru.

Kegiatan ke-14 yang digelar oleh Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis)  tersebut mengusung tema ''Pasamuan Anak Zaman Now''. Digelar di ruas jalan kawasan pecinan, tepatnya Gang Pinggir-Wotgandul Timur hingga Rabu (14/2).

Pembukaan menggelar tradisi Tok Panjang, pesta atau makan bersama di meja panjang. Dihadiri tamu undangan terdiri dari pengurus Kopi Semawis, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, CEO Suara Merdeka Network Kukrit Suryo Wicaksono, Ketua RT dan RW serta warga Pecinan, komunitas. Sambil menikmati makan malam, musik Lam Kwan Boen Hian Tong mengiringi. Adapun menu yang dihadirkan yakni Yu Sheng, Dimsum, Sup Keberuntungan, Nasi Goreng Oriental, Ayam Goreng Kebahagiaan, Kue Pandan Keju.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan apresiasi terhadap konsistensi penyelenggaraan Pasar Imlek Semawis (PIS) hingga kali ke-14. Kegiatan tersebut banyak menarik wisatawan. ''Terima kasih kepada Porinti dan Kopi Semawis. Mudah-mudahan berjalan sesuai rencana. Kami minta partisipasinya, jika ada sesuatu mohon disampaikan kepada kami,'' kata Hendi, sapaan akrabnya.
Ketua Kopi Semawis (Komunitas Pecinan Semarang Untuk Wisata), Harjanto Halim menerangkan PIS merupakan kerja sama semua pihak. Keberagaman adalag rahmat, bukan sekadar slogan. ''Pecinan ini adalah laboratorium mini di Semarang. Kerja bersama dalam keberagaman,'' tutur Harjanto.

Ketua Perserikatan Organisasi Indonesia Tionghoa (Porinti) Semarang, Setiawan Santoso mengungkapkan budaya Tionghoa mendidik supaya menjunjung kerukunan. Imlek adalah hari raya masyarakat Tionghoa yang dirayakan penuh makna. ''Porinti selalu mengingatkan kepada teman yang mapam dan sukses supaya tetap sederhana. Menjaga hubungan harmonis, berbuat amal, membantu sesama. Imlek dirayakan penuh makna,'' ucap Setiawan.

Tarian Harmoni Negeriku oleh SMA Karangturi ditampilkan untuk menggambarkan potret pluralisme di Indonesia yang terwujud dalam kolaborasi ragam gerak tari tradisional. Kemudian dilakukan peluncuran perangko Shio Anjing dari PT Pos Indonesia (Persero) dan Kartu Tapcash Edisi Imlek dari Bank BNI.

Acara ini juga menggelar bazar berbagai jenis kuliner hingga kerajinan. Kuliner yang dihadirkan dari tradisional hingga umum atau modern. Ada pula makanan khas peranakan seperti soto ayam, nasi ayam, wedang tahu, siomay, ayam goreng, mie titee, lunpia, tahu pong, nasi goreng babat, es marem, bolang-baling. Pernik khas Imlek seperti lampion, gantungan mobil, boneka, suvenir, tas, keramik, baju qibao, aksesori, lukisan, patung, sulaman, handicraft, juga mengisi stan pameran.
 
Selain itu ada pertunjukan kesenian dan kebudayaan Tionghoa antara lain wushu, barongsai, xiang qi atau catur gajah, wayang potehi, musik lam kwan, pengobatan tradisional khas Tiongkok, kaligrafi mandarin, foto dengan suasana tradisional Tionghoa, cheng ge yang merupakan replika pahlawan atau dewa dan dewi legenda Tiongkok. Terdapat pula lomba model kebaya encim, rally photo pelajar, dog fashion show dengan kostum bertema Imlek, battle of barista's.