• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Luncurkan Klinik “APEL”, Wali Kota Hendi Komit Lindungi Anak dan Lansia

 08-06-2018 07:07 WIB    by Admin    Dilihat: 1932 kali Berita Kota
SEMARANG- Walikota Semarang Hendrar Prihadi memberikan apresiasi dengan apa yang telah dilakukan Rumah Sakit Umum Daerah KRMT Wongsonegoro. Pasalnya RSUD yang berlokasi di jalan Fatmawati tersebut kembali menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan membuat inovasi membuka klinik khusus bagi anak perempuan dan lansia atau yang disingkat “Klinik Apel”, Kamis (7/6).
 
Saat ini APBD fokus pada poor budgeting yaitu anak perempuan dan lansia yang mayoritas secara fisik cenderung lemah.
 
Wali kota menyebutkan bahwa terobosan tersebut merupakan upaya yang dilakukan RSUD Wongsonegoro dalam memberikan perlindungan terhadap kasus diskriminasi yang kerap menimpa anak, perempuan, dan lanjut usia.
 
“Sering terjadi diskriminasi terhadap anak, perempuan, dan lansia. Seperti ketika antri ada orang tua yang mengantri berdiri sedangkan yang muda duduk. Hal ini sungguh memprihatinkan” ujarnya usai membuka bazar Ramadhan RSUD KRMT Wongsonegoro.
 
Melalui klinik Apel tersebut semua pelayanan dapat dilakukan di dalamnya. Seperti pendaftaran, pemeriksaan, pengobatan, pemeriksaan lab, dan apotik.
 
“Harapannya dengan memberikan fasilitas yang memadai bagi mereka yang secara fisik rentan terhadap kasus diskriminasi dapat berobat dengan nyaman,” ungkapnya.
 
Ke depan pihaknya mengungkapkan akan dilakukan pengembangan. “Seperti biasanya kami melakukan role model. Sesuatu yang dinilai berhasil dapat diadaptasi oleh dinas lain. Tidak perlu gengsi yang penting masyarakat dapat merasakan manfaatnya”.
 
Saat ini inovasi tersebut baru dilakukan oleh RSUD KRMT Wongsonegoro. Namun tidak menutup kemungkinan akan diadaptasi oleh rumah sakit lainnya.
 
“Saat ini kita sedang membangun rumah sakit tipe D di Mijen. Dan ini akan dibuat seperti ini juga karena kami fokus terhadap peningkatan pelayanan masyarakat,” pungkasnya.