• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

PKL Dideadline Hingga 21 Juli

 12-07-2018 07:51 WIB    by Admin    Dilihat: 526 kali Berita Kota
SEMARANG – Belasan kios Pedagang Kaki Lima (PKL) dan hunian liar di sepanjang Barito diratakan dengan tanah oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang, Rabu (11/7). Tindakan tersebut sebagai percepatan pelaksanaan normalisasi sungai Banjir Kanal Timur (BKT).

Dipimpin Kepala Dinas Perdagangan, Fajar Purwoto, pembongkaran yang dibantu pihak kepolisian dan TNI itu berlangsung lancar. Setidaknya ada dua kelurahan menjadi sasaran pembongkaran yakni di Kelurahan Mlatiharjo dan Bugangan, Kecamatan Semarang Timur.
Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, tak semua kios PKL dibongkar. Hal ini dijelaskan oleh Fajar Purwoto lantaran para pemilik kios meminta kelonggaran waktu dan telah berjanji akan membongkar sendiri.

“Untuk hari ini kami hanya membongkar 5 bangunan PKL di Bugangan dan 7 bangunan PKL di Mlatiharjo. Memang tidak semuanya. Mereka kami beri kesempatan untuk membongkar sendiri dulu. Kami beri waktu hingga 21 Juli,” ungkapnya.
 “Jika belum (dibongkar), kami akan bantu bongkar dan ratakan bangunan pada 23 Juli,” imbuhnya.

Berdasar data terakhir, jumlah PKL dan hunian liar di bantaran BKT ada 425 bangunan yang masih berdiri. Jumlah tersebut masing-masing di Kelurahan Bugangan sekitar 100 PKL, Kelurahan Mlatiharjo ada 200 PKL dan 125 hunian liar.

Sementara untuk PKL di Kelurahan Karangtempel, Fajar menambahkan, baru akan dikumpulkan untuk sosialisasi lebih lanjut. Di kelurahan tersebut, ada sekitar 530 PKL. Pihaknya menargetkan pembongkaran PKL dan hunian liar akan beres pada akhir Agustus mendatang.

“PKL Barito di Karangtempel masih dibiarkan sembari menunggu pembangunan shelter kios PKL di Pasar Barito Baru. Saat ini pembangunan shelter kios masih berjalan dan akan selesai Oktober mendatang,” tegasnya.

Rencananya di Karangtempel akan ada 80 shelter pedagang dengan ukuran 3x4 meter. Dibangun di belakang pasar modern Giant dan pabrik konveksi Apparel. Pendanaan diambilkan dari APBD 2018 sebesar Rp 4.047 miliar.

“Selain itu, 320 shelter pedagang lainnya juga akan dibangun di lahan seluas 2.500 meter persegi. Terletak di bagian depan pasar yang awalnya berupa empang namun saat ini telah diurug,” tandasnya.

Seorang PKL di Kelurahan Mlatiharjo, Sugiono, 40, mendukung adanya proyek normalisasi sungai BKT. Namun, ia berharap pembangunan ke depan memperhatikan seluruh aspek dan dampaknya.

“Ya terpaksa pindah Penggaron, kurang sreg karena tempatnya kecil dan aksesnya sulit. Karena untuk sewa kios di tempat lain harganya juga mahal. Sementara barang dagangan saya letakkan di rumah,” kata pria yang mengaku telah berjualan sejak tahun 1980 itu.